Cara Mencuci Pashmina Sesuai Jenis Bahan Agar Tetap Awet

Cara Mencuci Pashmina Sesuai Jenis Bahan Agar Tetap Awet

Daftar Isi

Cara mencuci pashmina yang benar sebenarnya tidak sama untuk semua bahan. Voal, ceruty, satin, silk, rayon, dan tansel punya karakter serat yang berbeda, jadi cara cuci nya pun tidak bisa disamakan begitu saja. Kesalahan yang terjadi di sini biasanya menjadi penyebab utama pashmina cepat melar, pudar, atau kehilangan efek jatuhnya yang khas.

Banyak orang baru menyadari setelah pashmina favorit berubah tekstur. Padahal masalah itu sering kali bisa dicegah kalau tahu cara yang tepat sejak awal, bukan setelah kerusakan terjadi.


 

Kenapa Cara Mencuci Pashmina Perlu Disesuaikan dengan Bahannya

Kenapa Cara Mencuci Pashmina Perlu Disesuaikan dengan Bahannya

Tiap bahan memiliki perbedaan reaksi terhadap air, suhu, dan gesekan. Voal yang tipis dan sheer akan rusak kalau diperlakukan sama seperti rayon yang lebih tebal, begitu juga sebaliknya.

Ada tiga faktor yang membedakan cara rawatnya:

  • Ketebalan dan struktur serat. Bahan tipis seperti voal lebih rentan robek saat basah, sementara rayon dan tansel justru lebih rawan melar.
  • Daya serap air. Silk dan satin menyerap air lebih lambat, sehingga kalau direndam kelamaan justru berisiko merusak kilau permukaannya.
  • Ketahanan warna terhadap deterjen. Beberapa pewarna, terutama pada silk, bisa luntur kalau bertemu deterjen dengan kandungan enzim atau pemutih optik.

Tiga hal ini yang jadi dasar kenapa panduan di bawah dipecah per bahan, bukan disamakan semua begitu saja.

Langkah Dasar Mencuci Pashmina yang Berlaku untuk Semua Bahan

Langkah Dasar Mencuci Pashmina yang Berlaku untuk Semua Bahan

Sebelum masuk ke tutorial tiap bahan, ada beberapa langkah dasar untuk hampir semua jenis pashmina, dari voal sampai tansel.

  • Pisahkan pashmina warna gelap dan terang supaya tidak saling luntur, terutama untuk pencucian pertama.
  • Gunakan air dingin, bukan air hangat apalagi panas, karena panas mempercepat kerusakan serat dan memudarkan warna.
  • Hindari pemutih dan detergen dengan kandungan enzim tinggi. Cukup detergen cair lembut atau, kalau ragu, sampo bayi juga bisa dipakai.
  • Jangan direndam terlalu lama. Sebagian besar bahan pashmina justru melemah kalau kelamaan kontak dengan air dan sabun.
  • Jangan diperas dengan cara dipuntir. Tekan-tekan perlahan saja untuk mengeluarkan air berlebih.

Kalau lima poin ini dilanggar, sebaik apa pun kualitas kainnya, umur pakainya tetap akan lebih pendek dari seharusnya.

Panduan Mencuci Pashmina Berdasarkan Jenis Bahan

Panduan Mencuci Pashmina Berdasarkan Jenis Bahan

Setiap bahan pashmina, dari voal sampai tansel, punya kombinasi suhu air, deterjen, dan teknik cuci yang idealnya berbeda satu sama lain. Tabel berikut merangkumnya supaya lebih mudah dipraktikkan.

Bahan

Teknik Mencuci

Catatan Khusus

Voal (Superfine/Ultrafine)

Kucek halus 1 sampai 2 menit, tidak perlu digosok

Serat tipis dan sheer, bagian tepinya rawan robek kalau ditarik saat masih basah

Ceruty

Rendam maksimal 5 menit, kucek ringan

Tekstur crepe khasnya bisa hilang permanen kalau diperas terlalu kencang

Satin

Celup-celup perlahan, jangan disikat

Permukaan glossy-nya gampang baret dan jadi kusam kalau kena gesekan kasar

Silk

Rendam maksimal 3 menit, tekan lembut

Serat protein alami ini paling rapuh saat basah, hindari kontak lama dengan detergen ber-pH tinggi

Rayon

Kucek ringan pakai tangan, jangan pakai mesin cuci

Kekuatan seratnya turun cukup drastis saat basah, jadi gampang melar kalau ditarik

Tansel

Kucek ringan, hindari merendam lama

Termasuk serat regenerated cellulose yang lebih rentan melar bila digantung dalam kondisi basah

Satu hal yang sering luput, silk dan satin sebenarnya tidak butuh direndam sama sekali. Cukup dicelup-celupkan di air sabun lalu langsung dibilas, dan hasilnya biasanya lebih terjaga dibanding kalau direndam lama seperti bahan katun pada umumnya.

Kesalahan yang Bikin Pashmina Cepat Rusak Saat Dicuci

Kesalahan yang Bikin Pashmina Cepat Rusak Saat Dicuci

Kesalahan paling umum bukan soal teknik yang rumit, justru soal kebiasaan kecil yang dianggap sepele.

  • Mencuci pakai mesin cuci, termasuk mode delicate sekalipun, karena gesekan di dalam drum tetap berisiko merusak serat tipis.
  • Menggunakan air panas dengan alasan "biar lebih bersih", padahal justru mempercepat pudarnya warna.
  • Merendam semalaman, kebiasaan yang biasanya dibawa dari cara mencuci pakaian katun biasa.
  • Menjemur dengan cara digantung dalam kondisi masih basah kuyup, terutama untuk rayon dan tansel yang gampang melar akibat beban air.
  • Menyetrika saat kain masih terlalu basah, yang justru bisa meninggalkan bekas air atau membuat serat jadi kaku.

Kalau salah satu dari lima kebiasaan ini masih dilakukan, wajar kalau pashmina terasa "cepat rusak" meski baru dipakai beberapa bulan.

Cara Mengeringkan Pashmina Setelah Dicuci agar Tidak Rusak

Cara Mengeringkan Pashmina Setelah Dicuci agar Tidak Rusak

Tahap mengeringkan sering dianggap remeh, padahal di sinilah banyak pashmina berubah bentuk. Caranya tidak sulit, hanya perlu konsisten.

  • Angin-anginkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik, hindari sinar matahari langsung yang bisa memudarkan warna dan membuat serat getas.
  • Untuk voal, ceruty, dan silk, gantung dengan hanger yang tidak meninggalkan bekas lipatan tajam.
  • Untuk rayon dan tansel, sebaiknya diletakkan mendatar di atas handuk kering, bukan digantung, supaya beratnya sendiri tidak menarik dan melarkan seratnya.
  • Jangan gunakan pengering mesin (dryer) sama sekali, karena panas dan putaran cepatnya bisa merusak semua jenis bahan pashmina.

Kalau dijemur dengan posisi yang tepat, biasanya kain sudah cukup rapi sehingga tidak perlu disetrika lagi, kecuali untuk acara yang benar-benar butuh tampilan sempurna.

Kapan Pashmina Sebaiknya Dry Clean, Bukan Dicuci Sendiri

Kapan Pashmina Sebaiknya Dry Clean, Bukan Dicuci Sendiri

Tidak semua noda dan kondisi bisa diselesaikan dengan cuci tangan biasa di rumah. Ada beberapa situasi yang lebih aman diserahkan ke jasa dry clean.

  • Noda foundation atau makeup yang sudah mengering dan menempel di area yang sering bersentuhan dengan wajah.
  • Pashmina dengan detail bordir, manik, atau aplikasi tambahan yang rawan lepas kalau kena air dan gesekan.
  • Silk atau satin dengan noda minyak, karena air biasa justru bisa membuat noda menyebar lebih lebar.
  • Pashmina yang jarang dipakai dan akan disimpan dalam waktu lama, dry clean membantu memastikan tidak ada residu keringat atau parfum yang tertinggal dan memicu bau apek.

Kalau ragu-ragu antara cuci sendiri atau dry clean, lebih aman pilih dry clean, terutama untuk pashmina dengan harga dan nilai sentimental yang lebih tinggi.

FAQ

Apakah pashmina boleh dicuci pakai mesin cuci?

Sebaiknya dihindari. Sebagian besar bahan pashmina, terutama voal, silk, dan satin, cukup rentan terhadap gesekan drum mesin cuci meski sudah pakai mode delicate.

Berapa lama waktu ideal merendam pashmina saat dicuci?

Tergantung bahannya, tapi umumnya tidak lebih dari 5 menit. Silk bahkan cukup 3 menit saja, sementara satin sebenarnya tidak perlu direndam sama sekali.

Kenapa warna pashmina cepat pudar setelah beberapa kali dicuci?

Penyebab paling umum adalah air panas, deterjen dengan pemutih optik, dan kebiasaan menjemur di bawah sinar matahari langsung. Ketiganya mempercepat proses fading pada hampir semua jenis bahan.

Apakah rayon dan tansel butuh perlakuan cuci yang sama?

Mirip, tapi tidak identik. Keduanya sama-sama rawan melar saat basah, hanya saja tansel sedikit lebih toleran terhadap suhu air suam kuku dibanding rayon yang idealnya tetap pakai air dingin.

Bolehkah memakai pelembut pakaian untuk mencuci pashmina?

Sebaiknya tidak digunakan secara rutin. Pelembut pakaian bisa meninggalkan lapisan tipis di permukaan kain yang lama-lama membuat pashmina, terutama satin dan silk, kehilangan kilau alaminya.

Apa tanda pashmina sebaiknya dicuci dengan metode khusus, bukan cuci biasa di rumah?

Kalau ada detail bordir, manik, noda minyak membandel, atau kain sudah terasa lebih tipis dari biasanya, itu tanda saatnya beralih ke dry clean daripada dipaksa cuci sendiri.

Referensi

  • Kompas.com (Parapuan), Agar Lipatannya Awet, Ini Cara Merawat Hijab Pashmina Plisket
  • Radar Malang (Jawa Pos), Biar Tetap Stylish, Begini Cara Merawat Pashmina Kaos Agar Awet dan Nyaman Dipakai
  • Kompasiana.com, Tips Merawat Pashmina agar Selalu Awet Digunakan
  • Suara.com (Yoursay), Jangan Asal Cuci! Ini 6 Cara Merawat Pashmina Rayon agar Tetap Flowing
  • Radar Nganjuk (Jawa Pos), Cara Merawat Pashmina Viscose Agar Awet, Lembut, Dan Tidak Mudah Kusut
Bagikan artikel ini:
Harraku
Harraku Editorial

Tim konten Harraku berbagi panduan, tips styling, dan inspirasi hijab untuk membantu kamu tampil percaya diri setiap hari.

Lihat semua artikel →
Kembali ke blog